Total Tayangan Halaman

Entri Populer

Arsip Blog

Pikirkan Kembali Rencana Pernikahan Anda

Senin, 08 Oktober 2012

Pernikahan bukanlah suatu keputusan yang diambil hanya dalam waktu semalam. Jika Anda mengalami beberapa hal ini, mungkin sebaiknya Anda memikirkan kembali keputusan untuk segera menikah.

1. Anda Tidak Bergaul dengan Keluarganya
Banyak orang yang menganggap bahwa kedekatan dengan keluarga pasangan bisa semakin terjalin sejalan dengan usia pernikahan. Jangan sampai Anda terjebak dengan anggapan 'palsu' ini.

Kenyataannya, masalah dengan mertua atau saudara ipar bisa lebih parah dari waktu ke waktu, terutama jika Anda memiliki anak. Oleh karena itu, jika keluarga pasangan seringkali memberikan masalah terhadap hubungan asamara sebelum menikah, ada baiknya Anda dan pasangan memikirkan kembali rencana perkawinan.

2. Anda Belum Berkencan untuk Paling Tidak Selama Setahun
Kebanyakan orang berada pada sikap dan perilaku terbaiknya pada 12 bulan di awal hubungannya. Setelah itu, mereka mulai 'menurunkan' standar serta imejnya, jadi inilah waktu yang tepat untuk menilai pribadi pasangan yang sebenarnya. Hal ini sangat penting, karena setelah menikah, Anda akan menghabiskan waktu bersama pasangan selama-lamanya. Anda perlu mengetahui apakah si dia adalah seseorang tepat untuk hidup berdampingan tiap hari dan di masa saat fase bulan madu telah lewat.

3. Anda Tidak Menemukan Kesepakatan Tentang Anak, Karir dan Masalah Mendasar Lainnya
Banyak pasangan yang terjebak dalam perencanaan pesta pernikahan, sehingga mereka lupa untuk membicarakan masalah kehidupan bersaman. Mulai dari kapan waktu memiliki anak, banyaknya jumlah anak, tinggal di rumah orang tua, siapa yang membiayai kebutuhan sehari-hari atau sekedar masalah pembagian tugas rumah tangga.

Pasangan yang mau menikah sebaiknya tak hanya memperhatikan detail dekorasi pesta, atau gaun pernikahan saja. Karena inti dari pernikahan adalah kehidupan setelah pesta perkawinan dilaksanakan. Apabila Anda dan pasangan tak kunjung menemukan kesepakatan untuk masalah mendasar, tak ada salahnya jika kembali mempertimbangkan rencana pernikahan.

Sumber: http://senang-baca.blogspot.com/2012/09/3-alasan-untuk-memikirkan-kembali.html#ixzz28cJ6xQ00
Read Post | komentar

Mertua yang Bisa Membahayakan

Tidak semua menantu bisa dekat dengan mertuanya. Apalagi jika sang mertua ternyata memiliki sikap yang bisa membuat pernikahan Anda dan suami menjadi 'panas'.

Seringkali sebagai istri, Anda sulit untuk membela diri meski sikap mertua tersebut menyebalkan. Hal ini karena suami pasti akan berusaha membela ibunya.

Sebelum pernikahan Anda dan suami semakin memanas, kenali 10 tanda mertua yang bisa membahayakan pernikahan berikut ini dan waspadailah jangan sampai rumah tangga hancur karenanya, seperti dipaparkan newlyweds:

1. Mengontrol Persiapan Pernikahan
Mertua yang bisa membahayakan rumah tangga sudah bisa dilihat tandanya ketika Anda menyiapkan pernikahan. Jika dia ingin ikut serta dalam semua pengambilan keputusan soal persiapan pernikahan Anda, jangan anggap remeh sikapnya tersebut. Bicaralah pada calon suami, jangan sampai perilakunya tersebut terus terbawa hingga kalian menikah.

2. Merasa Menjadi Teman Dekat Anda
Mertua tahu dia bukanlah teman dekat Anda, tapi perilakunya menunjukkan hal tersebut. Dia berusaha menjadi orang yang berteman dengan Anda. Selalu menelepon tak kenal waktu dan menawarkan nasihat (baca: kritikan) pada hal apapun mulai dari cara berpakaian, berdandan hingga urusan memasak.

3. Ingin Ikut Berbulan Madu
Tidak sedikit mertua yang ingin ikut ketika anaknya berbulan madu dengan istrinya. Mertua tipe ini merasa dia tidak bisa jauh dari anaknya dan sepertinya tak mau sang anak berlibur tanpa dirinya.

4. Jadi Pemicu Pertengkaran Anda dan Suami
Bertengkar karena sikap mertua wajar jika hal tersebut tak terjadi sering. Namun kalau mertua sudah sering menyebabkan Anda dan pasangan terlibat adu argumen, itulah tanda dia mertua yang bisa membahayakan pernikahan. Mertua tipe ini bisa jadi sengaja melakukannya dan akan melontarkan topik apapun yang bisa memanaskan hati Anda dan suami. Dia sepertinya memanfaatkan kelemahan Anda.

5. Membersihkan dan Membereskan Rumah
Beberapa wanita akan merasa senang ketika mertuanya mau ikut membantu membersihkan dan membereskan rumah ketika dia datang. Sejumlah mertua bisa jadi memang tulus melakukannya untuk menolong dan meringankan pekerjaan Anda. Namun beberapa mertua lainnya, bisa jadi punya motivasi yang maksudnya membuat Anda malu atau mengkritik cara Anda mengurus rumah. Anda sendiri yang tahu, tipe mana mertua Anda.

6. Sering Meminta Waktu untuk Bersama Anaknya
Mertua yang ikut campur urusan rumah tangga anaknya, tidak sadar kalau anaknya sudah menikah dan keluarganyalah yang seharusnya menjadi proritasnya. Mertua tipe ini akan selalu berusaha dinomorsatukan oleh anaknya dan meminta agar Anda mau memberikan waktu suami untuk dirinya.

7. Membuat Menantunya Merasa Bersalah
Mertua yang kurang baik bisa membuat menantunya didera perasaan bersalah, meskipun Anda tidak melakukannya. Rasa bersalah dan tidak mampu ini bisa mendera Anda kapan saja. Misalnya ketika Anda ingin pindah rumah, dia bisa membuat Anda merasa bersalah karena menjauhkannya dari anaknya. Atau ketika Anda ingin berlibur bersama suami dan anak, mertua akan membuat Anda merasa bersalah dengan mengajukan permintaan untuk tetap bersamanya.

8. Memperlakukan Suami Seperti Masih Anak-anak
Ketika mertua Anda masih saja memperlakukan suami seperti masih anak-anak, misalnya, menyuapinya makan, membelikannya baju (bahkan pakaian dalamnya), Anda tahu ini berbahaya. Tentu ada bedanya mana ibu yang baik dan ibu yang masih merasa putranya masih anak-anak.

9. Mendikte Anda dan Suami
Saat mertua sudah melakukan hal ini (mendikte), Anda benar-benar harus bicara serius pada pasangan. Apalagi jika suami banyak mengikuti perkataannya ketimbang pendapat Anda. Kalau suami menganggap pendapat ibunya sangat penting, dia bisa mengambil keputusan yang sebenarnya sesuai keinginan ibunya.

10. Ingin Tinggal Bersama
Mertua yang berusaha setengah mati agar bisa tinggal bersama Anda dan suami, padahal dia punya rumah sendiri, sudah pasti tipe yang bisa membahayakan pernikahan. Mertua tipe ini masih tidak bisa menerima kenyataan kalau anaknya sudah menikah. Dia ingin terus berada di tengah kehidupan pernikahan Anda, 24 jam sehari.

Sumber: http://senang-baca.blogspot.com/2012/04/10-tanda-mertua-yang-bisa-membahayakan.html#ixzz28cIsng2x
Read Post | komentar

12 Rahasia Pernikahan Bahagia

12 rahasia pernikahan bahagia ini cocok untuk Anda yang sudah menikah atau sedang merencanakan pernikahan.

1. Merayakan Hari Spesial

Hari ulang tahun dan hari pernikahan sudah pasti menjadi hari spesial. Hanya saja, jangan lupakan hari spesial lain. Misalnya saat pertama kali bertemu, hari di mana dia melamar Anda, atau tanggal di mana Anda mendapat kabar hasil uji kehamilan menunjukkan tanda positif. Rayakan hari-hari tersebut dengan sederhana, karena mengingat hari membahagiakan tersebut akan membawa kebahagiaan saat Anda dan suami merayakannya.

2. Menyediakan Anggaran Untuk Bersenang-Senang

Banyak pasangan yang menganggap bersenang-senang berdua itu pemborosan. Padahal, selama Anda dan suami menikmatinya, itu akan memberi manfaat yang besar dalam ikatan pernikahan Anda. Sisihkan sedikit uang tabungan untuk menonton film berdua di akhir pekan atau liburan akhir tahun. Anda akan menikmati momen tersebut dan berbahagia.

3. Punya Kode Khusus

Setiap pasangan biasanya sudah hapal dan memahami kode tertentu atau bahasa tubuh pasangannya. Berbahagialah jika Anda dan pasangan saling mengerti kode khusus ini. Misalnya saja jika Anda ingin mengajak pasangan bercinta tetapi tidak bisa mengatakan karena ada anak-anak, Anda bisa memberi bahasa tubuh khusus yang hanya dipahami olehnya.

4. Mandiri Dari Keluarga Masing-Masing

Hal paling sulit bagi pasangan muda adalah melepaskan diri dari keluarga masing-masing. Tentunya tidak benar-benar lepas, tetapi berusahalah untuk mandiri dan melibatkan pasangan sebagai sosok utama yang Anda percaya. Jika Anda mendapat hasil positif kehamilan, mendapat kenaikan jabatan, memiliki masalah atau apapun, katakan hal tersebut terlebih dahulu pada suami, demikian juga sebaliknya. "Anda tidak akan percaya bahwa banyak sekali pasangan yang bercerai karena tidak bisa melewati tahap ini," ujar Judith Wallerstein, Ph D, seorang ahli masalah keluarga dan perceraian.

5. Memberikan Yang Terbaik

Sudah bukan rahasia lagi jika wanita mendapat porsi yang lebih besar untuk merawat anak dan bertanggung jawab pada rumah, terlebih lagi jika sang wanita juga bekerja. Seringkali, wanita berpikir bahwa dia berjuang berkali-kali lipat dibandingkan suami mereka. Hindari mengungkit hal ini, karena sebenarnya pasangan Anda juga memberikan hal terbaik untuk Anda dan keluarga. Berikan yang terbaik, karena pasangan Anda juga melakukan hal yang sama.

6. Memiliki Selera Humor

Pasangan yang memiliki selera humor dan dapat tertawa bersama terbukti jauh lebih bahagia dibandingkan pasangan yang terlalu kaku dan 'formal'. Humor dan tawa akan semakin mengikat Anda dan suami, berbahagialah jika rumah Anda selalu dihiasi tawa bahagia. Jika tak ada tawa, itu bisa menjadi sintal bahwa ada masalah dalam pernikahan dan hubungan Anda.

7. Tetap Menikmati Hubungan Intim

Hubungan intim adalah salah satu kunci kebahagiaan pernikahan Anda. Tidak hanya pasangan muda yang bisa menikmati momen ini, pasangan usia berapapun bisa menikmatinya. Anda tidak perlu melakukan kegiatan bercinta setiap hari, tetapi lakukan dengan rutin. Menolak hubungan intim bisa menjadi masalah, karena kegiatan bercinta yang sehat akan semakin mendekatkan Anda dengan pasangan, sekaligus membahagiakan Anda dan suami.

8. Memiliki Kontrol Emosi

Pernikahan tidak selalu mulus, ada masa yang membuat emosi Anda dan dia memuncak, ada saatnya Anda marah atau kesal. Tahukah Anda, dalam keadaan emosi sudah di puncak kepala, semua kata bisa keluar, bahkan umpatan. Banyak pasangan yang bahagia dengan pernikahan mereka mengaku bahwa mereka mengontrol terlebih dahulu emosi dan amarah sebelum membicarakannya dengan pasangan. Dengan kepala dingin, semua hal lebih mudah dibicarakan.

9. Saling Mengerti Keinginan Masing-Masing

Alasan utama hancurnya sebuah pernikahan bukan konflik, masalah komunikasi atau masalah seksual, tetapi adanya rasa kecewa karena apa yang Anda inginkan (dalam hal apapun) tidak sesuai dengan apa yang diberikan pasangan Anda, demikian penjelasan Terri L Orbuch, Ph D, seorang peneliti masalah hubungan. Karena itu, penting bagi Anda untuk mengerti dengan baik apa yang dia inginkan, sejauh mana yang bisa Anda berikan. Demikian juga sebaliknya. Pengertian juga diperlukan agar tidak ada pihak yang terlalu memaksa keinginan dan satu pihak merasa terpaksa mewujudkan keinginan itu.

10. Punya Waktu Untuk Ngobrol Berdua

Kesibukan sering membuat suami istri melewatkan hari begitu saja tanpa obrolan di luar masalah rumah tangga. Padahal, 98 persen pasangan mengaku lebih mengerti pasangannya dari obrolan-obrolan ringan, sehingga mereka bisa belajar apa yang diinginkan pasangan dan lebih mendekatkan diri. Ambil waktu setidaknya 10 menit untuk ngobrol berdua, dengan obrolan di luar masalah anak, kantor dan rumah tangga.

11. Tidak Lupa Pujian dan Ucapan Terima Kasih

Banyak pasangan mengaku bahwa pujian-pujian hanya dilakukan di awal pernikahan lalu makin hilang seiring berjalan waktu. Tidak ada masa kadaluwarsa untuk sebuah pujian atau ucapan terima kasih. Semua orang senang dipuji, semua orang akan merasa senang dan berharga bila mendapat ucapan terima kasih. Mulailah mengucapkan terima kasih pada hal kecil apapun yang dilakukan pasangan Anda, misalnya membantu membawakan tas belanja.

12. Saling Berpikir Positif

Cara membuat pernikahan langgeng dan baik adalah memperbaiki kesalahan yang dibuat, anggapan ini tidak benar. Cara paling efektif untuk meningkatkan kebahagiaan dan gairah pernikahan adalah dengan menambah elemen positif di dalamnya. Semakin banyak energi positif dan motivasi untuk memiliki pernikahan bahagia, semakin membuat Anda dan pasangan berada di jalurnya. Semakin cepat Anda menghargai cinta dan kebahagiaan dalam ikatan pernikahan, semakin cepat Anda membawa pernikahan tersebut sebagai hal terhebat dalam hidup Anda.

Sumber: http://senang-baca.blogspot.com/2012/08/12-rahasia-pernikahan-bahagia.html#ixzz28cITq6ML
Read Post | komentar
 
© Copyright Gelora Asmarasilakan hubungi | Gelora Asmara - 0857 2592 1019